Sabtu, 10 Januari 2015

Bunda, Telaga Kasih yang Tak Pernah Kering

~´¨`*•.¸ Oleh : Dinni Syafriyuni  ¸.•*``~




Ibuku adalah seorang pejuang sejati, tak mengenal kata lelah, selalu semangat dalam bekerja, berkarakter sangat tangguh, ramah kepada semua orang, orang-orang disekelilingnya merasa nyaman dan senang berada didekat ibuku, karena jiwanya yang humoris, sejak kecil ibuku sudah banting tulang membiyai hidupnya dan adik-adiknya yang masih kecil, bekerja membantu orang berjualan dll.

Aku sangat salut kepada ibuku, mutiara hati untuk buah hatinya, selalu menjadi inspirasi dan motivatorku, ketika aku lelah ibuku selalu menyemangati ku, ketika semangatku mulai memudar ibuku kembali membakar dan menyuntik kembali  semangatku dengan kata-kata motivasi plus nasehatnya, meskipun ibuku lelah karena kerja keras membantu ayahku, banting tulang membiyai kehidupan keluarga kami, namun semangat dan pengorbanan nya tak lekang oleh waktu.

Hmmm... ! Ntahlah terkadang ku merasa belum sanggup menjadi seperti ibuku.  Sembari ku meneteskan air mata ini, rasanya sangat banyak dosa dan khilaf ku selama ini kepada ibuku. Ya ALLAH... Ampuni hamba, rasanya aku tak pantas disebut hamba-Mu. sungguh ku manusia yang sangat kerdil dan penuh khilaf. Ampuni hamba-Mu ini ya ALLAH. ~_~”

Ibu selalu mensupport aku ketika aku terjatuh, gagal, sedih, frustasi dll. Tapi, senyumnya selalu menghiasi wajah alami yang polos itu, Wajahnya yang jarang menggunakan make up ala ibu-ibu zaman sekarang ini. Ibuku netral, tidak suka berlebih-lebihan, rela mengorbankan kebahagiaan dirinya demi anak-anaknya.

Teringat percakapan antara ibu dan adikku. Ketika malam hari, kami beli mie goreng yang warungnya nggak jauh dari rumah kami. Dapat ditempuh dengan berjalan kaki.


Ibu         : Nak, ini mienya udah dibeli, Yuk kita lahap bareng-bereng. =^_^=... !!!
Adik       : Iya bu, ntar aja ya. ni lagi asyik maen robot-robotan nih. Sedikit lagi bu !
Ibu         : Iya nak, ibu  tunggu ya J !
(Sembari menunggu adikku yang sedang asyik dengan aktivitasnya, Ibu membaringkan tubuhnya diatas ambal berwarna coklat muda bercorak batik biru dan hitam).

ALLAHU AKBAR !!!  ~_~”  Ibuku rela menunggu adikku, untuk menahan, menyantap mie goreng yang masih hangat-hangat kuku, karena takut jika di lahap deluan adik akan marah, padahal ku melihat ibuku beristirahat sembari mengelus-ngelus perutnya.. Mungkin karena merasa lapar.

 Ya Rabbi !!! Seperti itulah ibuku, terkadang setiap malam, pingin ngemil, dan rasanya mulutnya menghindari nasi, ntahlah mungkin pengen sesuatu yang berbeda)

25 Menit berlalu...

Adik       : Yuk bu, kita makan, Adik udah siap maen nih.
Ibu         : Ooh ya nak, Alhamdulillah, AyoOo...!!!  (sambil membuka bungkus mie)
Makan yang banyak ya nak ! (Sengaja ibu mengambil sedikit-sedikit mie,  untuk mementingkan perut adikku, bukan mementingkan dirinya sendiri).

Tiba-tiba air mata jatuh perlahan membasahi pipiku, melihat kejadian ini sungguh seperti mimpi yang tak terduga. Pengorbanan ibu tak terkira harganya. kita memang belum merasakan menjadi seorang ibu tapi kita para wanita adalah calon ibu. yang kelak akan melahirkan generasi-generasi penerus kita. Masya ALLAH. Fa Biayyi alaa`i Rabbi kuma tukadzdziban. Maka, Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman:59)


Menjadi seorang ibu adalah perjalanan dan tantangan yang sangat dahsyat bagi kaum wanita. Do`a-do`anya selalu menjadi tombak bagi generasi-generasi penerusnya.

Bersyukurlah kita kepada ALLAH. Sang pengenggam alam semesta, sang maha konseptor atas segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini. Kita masih diberi peluang untuk berbakti kepada ibu kita didunia.

Gunakanlah kesempatan kita selagi kita diberi ALLAH ruh dan nafas secara  gratis, agar menjadi anak shaleh-shalehah. Semoga kita terhindar jauh-jauh, dari sebilah pisau belati yang sangat tajam yaitu lidah, agar kita para generasi-generasi penerus perjuangan kehidupan keluarga kita, tidak melukai hati ibu dan ayah kita. Jika sudah terluka maka sulit untuk mengobatinya. Karena, masih tersisa bekas paku yang masih menancap dihati.

Allahumma Aamiin J J J Semangaaat... !!! ALLAHU AKBAR !!! =^_^= !!!

Uhibukifillah umi. I love Mother. 

#dinnisyafriyuni.blogspot.com

=^_^=…  ! ! !
~* دني شفريوني ♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar