Minggu, 24 Februari 2013

PENJUAL SAYUR YANG RAMAH



By dinnisyafriyuni@blogspot.com

Refortase


Kamis, 21 Feb 2013 pada pukul 11.10 WIB. Dinni dan ditemani kedua sahabat Dinni meluncur menuju  Pasar Petani, Bale Atu kecamatan Bebesen kabupaten Aceh Tengah. untuk  mewancarai ”TUKANG SAYUR” Dan sahabat Dinni bernama Zakiah tugasnya mewancarai ”Tukang Becak”.

Masing-masing kami Diberi Amanah Jurnalistik ada yang ”Tukang Pemadam kebakaran, Tukang Ikan, Tukang Sampah, dan Tukang Sapu, ”Unik-unik2 + kereeenZzz ya J tugas yang cukup menempa mental kami dalam memasuki kehidupan orang lain (human interest) yang diberikan oleh Pelatih kami Martha Andival ini membuat kami semakin semangat 45 untuk memahami kehidupan saudara kita. ChayoOo... =^_^= . . . ! ! !

 Pemandangan yang heterogen ini sangat bersahabat dengan cuaca. Panas yang tidak terlalu menyengat. Beda dengan hari-hari yang lain yang biasanya begitu terasa panasnya hingga Terasa  menyengat ke  ubun-ubun.

ALLAH sungguh Maha Luarrr biasa tiada 1 kekuatan pun yang dapat menandingi-Nya. Dan  Mungkin ALLAH mengizinkan kami untuk berpetualang di Bumi ALLAH ini. Untuk mengembara di alam terbuka ini.

Selayang pandang Dinni mengamati satu persatu Tukang sayur, tepat di bagian selatan, Dinni tertarik + kagum + takjub dengan seorang wanita yang separuh baya, berkerudung Pink keungu-unguan. Pribadi yang sederhana,  Ramah, Ceria, dan murah senyum itu membuat Pembelinya betah dan harganya juga komplit.

Rasa penasaran yang amat sangat. Dinni menhampirinya. Nama wanita separuh baya ini adalah “Maimunah” berusia 50 tahun tinggal di Pendere, kecamatan Bebesen, kabupaten Aceh Tengah. Ibu yang memiliki 5 orang anak dan 2 cucu ini banyak sekali menceritakan Kisah kehidupannya.
  
Beliau mengakui keadaan ekonomi + hati yang tergugah lah yang menghantarkan ibu Maimunah untuk berdagang sayur di komplek pasar Petani ini. yang kebetulan tetangganya yang menawarkan tempat untuk berdagang sayur.

 Setelah kejadian miris yang menimpa keluarganya. Yaitu : anak ke2 nya (sudah Almarhum) di Operasi di jakarta dan banyak menghabiskan biaya + usaha Toke Pabrik kopi Mangkol “usaha baru”  (terletak di Belang kolak 2) milik Suami nya bangkrut.

 Ibu maimunah yang berjualan sayur selama 15 tahun ini dengan semangat Luar biasa dan berbagai ujian yang dihadapinya dengan sabar ini. Tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan + membantu menafkahi anak-anaknya meski beradu nasib. terutama  yang kuliah karna butuh biaya sangat besar. Anaknya seorang Mahasiswa, kuliah di UNSYAH jurusan Geografhi, semester 5 ini.

Dan alasan mengapa ibu maimunah ini berjualan Sayur karna ”menjadi pegawai tidak bisa, karna hanya lulusan SMA Pegasing tahun 1985 an dan juga karna tidak ada biaya, dan juga tidak mempunyai usaha sampingan, kebun pun tak punya. ” ~_~”

Penghasilan yang diperoleh ibu maimunah dari berjualan sayuran ini, sehari-hari sekitar Rp. 50.000an jika ditambah dengan modal usahanya Rp.200.000.

Dinni pun menatap beliau dan Sangat terharu mendengar kisah ibu Maimunah ini. Harapan dan pesan yang sangat menarik disampaikan ibu Maimunah ini adalah ”Semoga kita maju terus, tingkatkan belajar kalian jangan lagi seperti kami menjadi Tukang Sayur karna kalianlah yang membangkikan generasi ” Allahumma Aamiin. Terimakasih + Arigato Gozaimasu Ibu   =^_^= . . . ! ! !

Alhamdulillah, akhirnya Suara Adzan Dhuhur berkumandang sayup-sayup. Kami Segera menuju Masjid Agung Ruhama untuk menunaikan Shalat berjama`ah. Suasana Masjid nampak lengang beda sekali dengan Bulan Ramadhan yang setiap Waktu shalat berkumandang dipenuhi dengan Jama`ah-jama`ah.

Terimakasih sahabat, telah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini. semoga bermanfaat. Tinggalin comentar yah =^_^=

3 komentar:

  1. Nice STORY, Nice Post. Tulisanya Ringan, Tapi Mudah Dipahami, Keren Lah.. DI tunggu Post Selanjutnya

    BalasHapus
  2. Makasih Hadhara Rizka atas komentarnya,,, sengaja nggak Dinni buat tulisan + bahasanya berat, agar para Pengunjung mudah memahaminya.

    BalasHapus