Rabu, 14 Februari 2018

Aku Mencintaimu karena Allah, FLP

 ๐Ÿƒ Racikan pena : Dinni Syafriyuni 

(Tulisan ini ku dedikasikan untuk di ikut sertakan dalam event perlombaan menulis kisah inspiratif
 berdasarkan pengalaman pribadi dalam rangka Milad FLP KE 21)


      
       Kota Takengon terang oleh sinar mentari. Semilir angin yang bertebaran dari timur membawa hawa sejuk. 


    
    Kota yang dijuluki negeri diatas awan bukan hanya indah objek wisatanya namun biji kopi yang dihasilkan cukup eksotis hingga ke manca negara. Di tanah ini lah aku dilahirkan dan disinilah aku bertemu dengan komunitas literasi kepenulisan yang sangat aku sukai sejak dulu.

      Awalnya sebelum terbentuknya FLP cabang Takengon namanya RiKoKeTa (Rintisan Komunitas Kepenulisan Takengon). Didirikan oleh sosok Penulis, trainer, penyiar radio, sangat luas wawasan,  berjiwa semangat dan inspiratif berasal dari pesisir Aceh.



      Pak Sayid Fadhil Asqar dan Kak Hefa Liza Yanti. Bapak Sayid asli Aceh besar dan selamat dari tsunami Aceh 2014 lalu, membuatnya menjadi cambukan besar dalam menjalani hidup lebih bermakna melalui tulisan. Fadhil panggilan kesenangan beliau, sedangkan Sayid adalah nama warisan alias keturunan keluarganya.


    Saat itu aku tahu infonya langsung dari Pak Sayid beliau men-tag langsung ke facebook. Karena aku orangnya suka penasaran, maka iseng-iseng bergabunglah aku kedalamnya. Lokasi pertemuannya saat itu di Sekretariat, Kampung Lemah Burbana. Rumah ketua FLP, Kak Hefa Liza Yanti.

       Sebelum gabung di komunitas menulis ini, aku sudah punya blog pribadi, sudah pernah ikuti segala event perlombaan menulis, sudah pernah menulis berita ataupun artikel di media-media, menghadiri seminar kepenulisan lainnya. Jadi ketika gabung, tidak terlalu terkejut jika disuruh mengerjakan tugas menulis.

     Tahun 2016 aku dipercayakan oleh ketua dan kaderisasi menjadi bendahara umum FLP cabang Takengon. Bagi ku menjadi bendahara itu haruslah teliti, ekstra penuh kesabaran, penuh kehati-hatian, dan cermat. 

        Karena, masalah uang sangatlah sensitif. Jika 1 rupiah saja terselip maka ganjarannya di yaumil akhir kelak. Sabar menagih iuran wajib, hehe. Toh, yang paham saja yang mengerti bahwa kewajiban menyetor ya harus nyetor.

      Kecuali, lagi minim dana, setidaknya konfirmasi yang terpenting. Biar kita pun jangan kayak kita yang membutuhkan. Padahal itu kewajibannya. Disinilah kadang-kadang dilema dan sangat sensitif. 

      Jadi, menurutku amanah ini amatlah berat. Tapi, harus ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan karena siapa-siapa. Allah sebagai saksi atas apa yang kita perbuat. Entahlah, aku pun tak mengerti mengapa terpilih menjadi seorang bendahara.

       Di komunitas ini menyadarkan ku banyak hal tentang jejak literasi berupa tulisan. Disini kita belajar disiplin menorehkan tinta hanya karena Allah semata. Alhamdulillah, Sang Pemilik ‘Arsy memberikan kesempatan kepadaku untuk berjuang bersama di tanoh Gayo, sering dijuluki negeri di atas awan ini. Mohon do'a proses buku karya FLP Takengon launching.

         Seperti termaktub kata mutiara yang selalu menginspirasiku hingga detik ini dari Imam Al Ghazali “Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”.

        “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaan mu sendiri” (J.K Rowling)


  "Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti". (Ali Bin Abi Thalib)

    Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.” (Stephen King)

“Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri”. (Stephen King)

“Menulis adalah proses menuangkan, sedangkn membaca adalah proses mengisi. Jika kita tidak pernah mengisi, lalu apa yg akan kita tuangkan?” (Brili Agung)

       “Tulislah apa yang membuat kalian menarik, pilih satu bidang dan serius dibidang itu, jangan pernah berhenti untuk menulis. Bagi saya harta yang paling penting selain keluarga adalah : Buku. Menjadi seorang penulis tentunya tak lepas dari bacaan-bacaan buku” (Pak Sayid Fadhil Asqar) kekata ini ku peroleh ketika acara Sekolah Menulis yang diadakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) KOMSAT ACEH TENGAH di Hotel Darussalam, Jl. Lintang. Takengon, Aceh Tengah, Aceh. 

         Salah satu kendala penulis pemula yang Pak Fadhil (panggilan favoritnya) sampaikan adalah terlalu sibuk mencari kemasan. Sehingga lupa tujuannya, yang utama nulis saja dulu, keren nggak keren lanjut terus. Masalah editor belakangan. Jangan tulis, hapus sampai 2 x. Bisa jadi kan tulisan yang h=kita hapus tuh mungkin sudah jadi 2 paragraf. Bodo amat, amat saja nggak peduli heheh. Salah satu kekurangan kita adalag kurang membaca. Calon penulis itu harus banyak baca.

Momentum lain, sekilas petikan isi obrolan ketika pertemuan rutin 2 minggu sekali :

Jika kita berbicara mengenai 'Menulis' sama dengan berbicara tentang public speaking.. Ala bisa karena terbiasa. Kebiasaan yang dibiasakan.

Kalau bingung dengan segala macam teori, tulis saja. Kalau bingung mau nulis apa. Tulis saja terus buat bingung mau nulis apa.

Bagaimana membuat judul sebuah cerita agar menarik? Tidak ada trik, triknya hanya membaca dan banyak buanyak belajar dari pengalaman. Seiring waktu kita bisa ngebedainnya sendiri.

Yups, aku jadi teringat ketika ikutan lomba menulis nyari judul yang kece betapa sangat sulit. Beberapa kali revisi dan selalu gagal, tidak ada nanya-nanya mengenai judul karena aku mencoba mandiri dengan caraku sendiri.

Alhamdulillah, ada beberapa naskah yang lolos dan sering kali gagal.. Bener kata Pak Fadhil belajar dari pengalaman dan terus hajar aja menulis.

Kata-kata inspiratif itulah yang membuat ku semangat hingga detik ini. Bulan februari ini kepengurusan yang dipimpin oleh Kak Hefa pun akan segera berakhir. Tepatnya tanggal 25 Februari 2018 nanti akan diadakan Muscab (Musyawarah Cabang), hanya Allah Yang Maha Mengetahui siapa yang layak menjadi ketua periode selanjutnya.  

Alhamdulillah di muat : 

http://lintasgayo.co/2018/02/22/ini-profil-singkat-calon-ketua-forum-lingkar-pena-takengon






  Salah satu mimpi yang ku torehkan beberapa tahun lalu di secarik kertas berwarna-warni "Ingin sekali menjadi juara dalam perlombaan menulis dan karyanya bisa diterbitkan di sebuah penerbit"

 Niatku hanya untuk membahagiakan orang tuaku, dan sebagai jejak di dunia nan fana ini. Dalam penantian panjang sambil menikmati proses yang berliku penuh onak dan duri, beberapa tahun kemudian akhirnya mimpinya terwujud.






       Tak pernah ku duga sedikit pun atas skenario yang Dia rancang.  Ketika pengumuman yang dihadiri  ratusan orang di Gedung Olah Seni (GOS) pada saat bulan Ramadhan.

     Atas izin Allah Sang Konseptor Masa Depan, aku berhasil meraih juara 1 umum lomba menulis artikel. Tema : Indahnya Berbagi di bulan Ramadhan, judul yang ku rangkai : Yuk, jadikan Bulan Ramadhan sebagai bahan refleksi diri ! dan juara 2 lomba design grafis.

     Ketika acara Tarhib Ramadhan, 1437 H. Aksi Muslim Tanoh Gayo dalam Bingkai Ceria Ramadhan diadakan oleh Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Aceh Tengah. Ya Allah, 2 kejutan sekaligus. Allahu akbar ! Perdana 2 kali naik panggung sekaligus mengambil trophy, amplop dan piagam penghargaan. Pengalaman seumur hidup.

Link versi berita : http://lintasgayo.co/2016/05/27/ini-pemenang-27-lomba-tarhib-ramadhan-ikadi-aceh-tengah

  Ada rasa haru dan bersyukur sebanyak-banyaknya atas proses ini. Ya, proses membuahkan hasil. Saat ini aku bisa petik buahnya yang manis dan indah. Untung saat itu aku pakai tas yang lumayan besar jadi untuk ukuran trophy nya muat

   Sesampai di rumah aku peluk orang tuaku dan mempersembahkan hasil karya ini untuk mereka. Mamak ku sangat terharu, langsung di pajangnya di tempat pajangan kramik.

 Rencana Allah sungguh tak tertandingi jalannya dan tak terdeteksi sedikit pun skenario-Nya. Beberapa tahun kemudian, Dia mengabulkan mimpiku lagi memenangkan event perlombaan menulis yang diadakan oleh Penerbit Ichi, tema : Jomblo Elegant, judul karya : Mblo, Sabar Ya? Aku berhasil meraih Juara 2 umum se-indonesia. Juga beberapa karya yang berhasil ku raih dalam event perlombaan menulis online nasional. Ada beberapa lagi apresiasi dalam event dan Penerbit berbeda yang ku ikuti.






    































Alhamdulillah sudah dibukukan dalam bentuk buku antologi. Juga Allah mengabulkan doaku untuk bisa menginjakkan kaki ke luar negeri, akhirnya terbang gratis ke negeri jiran, Malaysia di delegasi dari yayasan dan Sekolah TK IT AZ ZAHRA untuk observasi di beberapa sekolah dan kampus. Walaupun sebelumnya banyak yang menertawakan mimpiku.

Link versi berita  : http://lintasgayo.co/2017/10/13/guru-penebar-bibit-kebaikan-dimanapun




Aku tidak pernah menyangka sebelumnya bisa bertemu dengan orang-orang yang luar biasa semangatnya menggoreskan pena, melahirkan jejak karya literasinya.

     Sebelumnya aku emang pernah bermimpi untuk dipertemukan dengan penulis favoritku. Beberapa tahun kemudian tepatnya 2016 dalam sebuah seminar peradaban yang diadakan oleh Rumah Qur'an Cahaya Azami aku bertemu dengan penulis best seller, da’i muda dan namanya familiar, yaitu Ustadz Salim Akhukum Fillah.

Versi berita, alhamdulillah aku yang buat rilis beritanya :

https://lintasgayo.co/2017/10/24/penulis-buku-best-seller-ini-akan-isi-seminar-di-takengon






Sumber FLP Cabang Takengon Lingkar Pena Takengon. (Sudah izin di post, untuk kenangan dan hadiah).

Tulisan tangan dan coretan indah karya Ustadz Salim Akhukum Fillah ketika acara Seminar Peradaban. Awalnya diminta oleh Pak Sayid Fadhil Asqar selaku MC acara.

"Ini tanah para muallif
Dimahkotai Tajussalatin
Di rimbuni Bustanussalatin
Disirami Hikayat Perang Sabil

Maka bangkitlah wahai pewaris
Jangan biarkan tinta Nanggroe kering
Jangan biarkan qalam Gayo tumpul
Jangan biarkan kertas Linge mengering

Perintah pertama: Bacalah
Jadilah wasilah semesta membaca
Tulislah!"

Semoga bisa bersua kembali Ustadz Salim A. Fillah. Kehadiran Ustadz semoga membawa perubahan untuk negeri tercinta dan diri sendiri diri khususnya.

 
Alhamdulillah diapresiasi salah satu media mainstream di wilayah tengah Aceh ini menjadi salah satu penulis. Padahal belum pantas di juluki sebagai penulis.



Media mainstream wilayah tengah ini juga mengapresiasi Feature yang ku coret sebagai repleksi diriku khususnya :


http://lintasgayo.co/2016/06/26/goresan-pena-membawa-manfaat-atau-kerugian

Alhamdulillah Ya Allah segala puji hanya bagi-Mu, Sang Konseptor Masa Depan, diberi kesempatan menjadi pemateri dalam acara KAMUS (Kajian Muslimah) present by Keputrian Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Simahtuah STAIN Gajah Putih untuk bincang-bincang seputar menulis, pengalaman tentang sayembara menulis dan menulis dengan cinta".

Suatu hadiah buat diriku sendiri khususnya, berbagi pengalaman yang ku punya meski tak seberapa. Setidaknya sudah mengaplikasikan apa yang ku tahu.. Disini aku nggak pantas memposisikan diri sebagai pemateri. Artinya kita sama, saling berbagi pengalaman dan sharing-sharing.

Bincang-bincang Seputar Menulis, Berbagi Pengalaman Tentang Sayembara Menulis dan Menulis dengan Cinta. Di Musholla Al Hafidz Kampus STAIN Gajah Putih Takengon.

Terimakasih adik-adik pengurus kece LDK SIMAHTUAH. Senang bisa berbagi. Semoga semakin solid, kreatif, dan kompak selalu.

Aku mencintai kalian karena-Nya. ❤

Seru lah, ada beberapa pertanyaan kece yang bisa dipetik sbg alarm buat diriku khususnya dan jawaban yang belum memuaskan, semoga tak puas ya. Biar semakin semangat kita belajar :

1) Bagaimana cara merubah mindset, kalau kita malas ikutan event perlombaan mengenai syarat-syaratnya. Wajib follow dan tag temen-temen.

2) Saya pernah kirim berita, tapi nggak di respon. Emang sih tak mengikuti syarat. lantas apa ya Kak solusinya? Saya pun pernah nemui ni kasus, bahkan sering banget di PHP-in. Bahkan dari redaksinya  sendiri yang punya kesibukan dan halangan tuh berita yang ku kirim tak diterbitkan. Harus diubah ke bentuk lain lagi katanya.

3) Dampak positif dan negatif menulis?

4) Sumber cara menulis darimana aja?

5) Bagaimana menulis terkadang mood sering ngeblank, solusinya apa?

6) Keinginan menulis ada, cuma yang ngarahain nggak ada. Terus akhirnya malas nulis. Gimana solusinya?

Sesungguhnya, pertemuan ini ku dedikasikan untuk diri pribadi khususnya agar senantiasa semangatnya menyala. Aamiin.







       Sebenarnya  aku masih jauh dikatakan sebagai penulis. Karena aku masih sangat pemula dan sangat membutuhkan ilmu juga pembelajaran didalam dunia tulis-menulis. Sesungguhnya aku sangat bersyukur beberapa goresan pena telah diterbitkan dibeberapa buku antologi dalam beberapa event-event lomba yang ku ikuti. Semoga semangat itu selalu menyala. 

  

     Karya pertama yang diterbitkan dalam bentuk buku dan buku itu sudah ada ditangan ku dan juga di sekretariat FLP Cabang Takengon adalah catatan seorang Ayah dengan judul : "Abi, kau seperti alarm yang terus mengingatkan anak-anakmu !" judul buku "Mimpi yang Sempurna" yang lain bukunya masih proses pengumpulan dana.
        
   Tekad yang ku tancapkan dilubuk hati yang paling dalam adalah ingin semua buku hasil lomba sayembara menulis ku beli ddengan hasil keringatku. Aku nggak ingin meminta sama orang tuaku. Sudah sangat banyak aku merepotkan mereka. Berasa sekali jika kita membeli sesuatu itu hasil keringat sendiri.

   Sabarlah, menunggu itu memang hal yang membosankan. Bersabar karena Allah sembari ikhtiar dan berdo'a insya Allah akan dipermudah jalannya. Tidak ada proses yang instan. Karena, masak mie instan saja pakai proses bukan? Menyiapkan segala bahan dan alat masaknya.

    Melihat pengumuman hasil event lomba menulis, khususnya online itu rasanya berdegub kencang dan hampir copot jantung. Masalah lolos nggak lolos emang hanya Sang Maha Pencipta yang menentukan. Namun, harapan untuk lolos pasti ada di dalam lubuk hati peserta yang ikutan.

     Tugas kita emang terus mencoba sebagai ajang latihan dan praktek langsung, masalah hasil serahkan kepada-Nya. Semoga kegagalan yang kita rasakan menjadi batu loncatan untuk terus bersemangat belajar. Enyahkan sedikit rasa yang menyayat hati dan konco-koncone. Tuhan ingin melihat lagi kesungguhan dan usaha kita.

     Ya Allah.. Puji syukur ku panjatkan kepada-Mu. Sungguh Kau Maha Penguasa Alam Semesta yang rencana-Mu tak ada yang mengetahui selain Engkau.

     Ada sedikit kisah haru ketika aku ikutan lomba menulis, saat itu aku sedang di uji. Dibalik keterbatasan karena tangan kanan agak cidera pasca jatuh dari motor, saat ini masih proses pemulihan. Aku bangkit dan tetap semangat melatihnya. Hingga semua perasaan ku luapkan di tulisan.
  
   Akhirnya jadilah, sehari siap. Entah keajaiban dari mana. Malamnya emang aku ada qiyamul lail. Pagi nya ada shalat dhuha, rutin setiap pagi. Ternyata ketika pengumuman, tak  pernah ku sangka. Namaku terpampang di daftar kontributor. Padahal penerbit ini, sebelumnya sulit tembus, aku pernah gagal ikuti lombanya. Terimakasih Allah, Kau beri hadiah tak terduga ini. Allahu Akbar.. !!!

   Semoga semakin sukses penerbitannya dan semakin kreatif mengadakan event lomba juga semakin banyak sahabat literasi yang mengikuti event-event nya. Aamiin.



    Oh iya.. Sedikitpun tak terlintas dibenakku bahwa aku mengupload beberapa piagam penghargaan di facebook dan instagram hanya sebagai cambukan buat diri ku khususnya.. Semoga kita dijauhkan dari prasangka negatif. Aamiin.


   Terimakasih banyak FLP Cabang Takengon, Forum belajar mengasah keterampilan menulis atas inspirasinya sudah membuka cakrawala dan mengajari ku banyak hal.

Salam literasi dari tanah Gayo. Aku mencintaimu, karena Allah, FLP (Forum Lingkar Pena)



Biodata

Dinni Syafriyuni. Tinggal didataran tinggi Tanoh Gayo, Takengon-Aceh Tengah. Kota ini dijuluki Negeri di atas Awan. Lahir di Takengon, 20 April 1992. Gadis penyuka design, suara percikan air dan berpetualang ini bisa dihubungi via facebook dan instagram : Dinni Syafriyuni. E-mail: dinnisyafriyuni@gmail.com. Beberapa goresan pena nya telah terbit dibeberapa buku Antologi. Mari torehkan goresan pena, sebagai jejak literasi kita.

#miladflp21

#kisahinspiratifFLP




                   













Tidak ada komentar:

Posting Komentar