Kamis, 28 April 2016

Mohon bantuan

~_~``
  ~*  دني  شفريوني  *~

  ~´
~´.¸
 ~´


Kamis, 28 April 2016.

Haru, mendengar cerita salah seorang ibu yang pekerjaan sehari-harinya, sebagai petugas kebersihan pada waktu malam hari di Pasar Paya Ilang-Takengon Aceh Tengah dengan membawa anak berumur tiga tahun dan sepuluh tahun.

Saat ini sedang membutuhkan rumah yang layak. Selama ini tinggal dirumah gratis karena kebetulan suami pekerjaannya membersihkan Masjid. Karena ada pertengkaran hebat disebabkan ekonomi keluarga. Terjadilah cek cok antara keluarga sehingga si ibu memilih tinggal di rumah yang lain.

Hmmmm... !!!!!!!!!

Lagi-lagi EKONOMI seluk beluk masalah keluarga... !!!! Kasus ini sering sekali terjadi. Akibatnya banyak keluarga yang terpisah tak utuh lagi. ~_~``

Sekarang Ibu Salmiah, domisili di Kampung Baru dengan rumah yang tidak lengkap fasilitas. Ada kamar mandi namun tempat MCK tidak ada. Jadi, jika mau BAB harus berjalan ke Masjid yang tidak jauh dari rumah. 

Pekerjaan si ibu sehari-hari. Petugas kebersihan, Mencuci piring ketika ada acara, nyuci pakaian dari rumah ke rumah, nyetrika pakaian orang.

Terenyuh melihat kondisi isi rumah. 
Coba kita bayangin. Tempat BAB tidak ada di kamar mandi...??? Jadi, kalau kebelet harus berlari menuju Masjid.. 😢

Saya jadi teringat pas KPM/KKN. Sedikit miris. Posisi MCK dan rumah agak berjauhan. Jadi, senter harus selalu ada ditangan untuk menerangi jalan.
Namun, saya sangat bersyukur Sang Maha Konseptör memberikan pengalaman berharga ini seumur hidup saya. 😊

Bulir-bulir airmatanya seakan ditahan untuk dikeluarkan. Tampak kemerahan di bola mata si ibu sembari menceritakan kondisi keluarganya.

Airmata nya seakan berlari-lari ke planet yang kita pijak namun ditahan oleh planet-planet lain.. Kenapa engkau menghalangi wahai planet??? Biarlah dia keluar agar penat dan beban ikut tenang membersamai air mata murni tangisan ibu ini.

Sadarkah kita? Dibalik kehidupan kita yang mungkin megah, serba fasilitas bahkan jabatan kita tinggi melangit. Namun, masih ada orang yang tinggalnya di kampung halaman kita sendiri kondisinya menyedihkan. 😐

#Dinni_Syafriyuní

Tidak ada komentar:

Posting Komentar