Pages

Halaman

Sabtu, 10 Januari 2015

Bunda, Telaga Kasih yang Tak Pernah Kering

~´¨`*•.¸ Oleh : Dinni Syafriyuni  ¸.•*``~




Ibuku adalah seorang pejuang sejati, tak mengenal kata lelah, selalu semangat dalam bekerja, berkarakter sangat tangguh, ramah kepada semua orang, orang-orang disekelilingnya merasa nyaman dan senang berada didekat ibuku, karena jiwanya yang humoris, sejak kecil ibuku sudah banting tulang membiyai hidupnya dan adik-adiknya yang masih kecil, bekerja membantu orang berjualan dll.

Aku sangat salut kepada ibuku, mutiara hati untuk buah hatinya, selalu menjadi inspirasi dan motivatorku, ketika aku lelah ibuku selalu menyemangati ku, ketika semangatku mulai memudar ibuku kembali membakar dan menyuntik kembali  semangatku dengan kata-kata motivasi plus nasehatnya, meskipun ibuku lelah karena kerja keras membantu ayahku, banting tulang membiyai kehidupan keluarga kami, namun semangat dan pengorbanan nya tak lekang oleh waktu.

Hmmm... ! Ntahlah terkadang ku merasa belum sanggup menjadi seperti ibuku.  Sembari ku meneteskan air mata ini, rasanya sangat banyak dosa dan khilaf ku selama ini kepada ibuku. Ya ALLAH... Ampuni hamba, rasanya aku tak pantas disebut hamba-Mu. sungguh ku manusia yang sangat kerdil dan penuh khilaf. Ampuni hamba-Mu ini ya ALLAH. ~_~”

Ibu selalu mensupport aku ketika aku terjatuh, gagal, sedih, frustasi dll. Tapi, senyumnya selalu menghiasi wajah alami yang polos itu, Wajahnya yang jarang menggunakan make up ala ibu-ibu zaman sekarang ini. Ibuku netral, tidak suka berlebih-lebihan, rela mengorbankan kebahagiaan dirinya demi anak-anaknya.

Teringat percakapan antara ibu dan adikku. Ketika malam hari, kami beli mie goreng yang warungnya nggak jauh dari rumah kami. Dapat ditempuh dengan berjalan kaki.


Ibu         : Nak, ini mienya udah dibeli, Yuk kita lahap bareng-bereng. =^_^=... !!!
Adik       : Iya bu, ntar aja ya. ni lagi asyik maen robot-robotan nih. Sedikit lagi bu !
Ibu         : Iya nak, ibu  tunggu ya J !
(Sembari menunggu adikku yang sedang asyik dengan aktivitasnya, Ibu membaringkan tubuhnya diatas ambal berwarna coklat muda bercorak batik biru dan hitam).

ALLAHU AKBAR !!!  ~_~”  Ibuku rela menunggu adikku, untuk menahan, menyantap mie goreng yang masih hangat-hangat kuku, karena takut jika di lahap deluan adik akan marah, padahal ku melihat ibuku beristirahat sembari mengelus-ngelus perutnya.. Mungkin karena merasa lapar.

 Ya Rabbi !!! Seperti itulah ibuku, terkadang setiap malam, pingin ngemil, dan rasanya mulutnya menghindari nasi, ntahlah mungkin pengen sesuatu yang berbeda)

25 Menit berlalu...

Adik       : Yuk bu, kita makan, Adik udah siap maen nih.
Ibu         : Ooh ya nak, Alhamdulillah, AyoOo...!!!  (sambil membuka bungkus mie)
Makan yang banyak ya nak ! (Sengaja ibu mengambil sedikit-sedikit mie,  untuk mementingkan perut adikku, bukan mementingkan dirinya sendiri).

Tiba-tiba air mata jatuh perlahan membasahi pipiku, melihat kejadian ini sungguh seperti mimpi yang tak terduga. Pengorbanan ibu tak terkira harganya. kita memang belum merasakan menjadi seorang ibu tapi kita para wanita adalah calon ibu. yang kelak akan melahirkan generasi-generasi penerus kita. Masya ALLAH. Fa Biayyi alaa`i Rabbi kuma tukadzdziban. Maka, Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman:59)


Menjadi seorang ibu adalah perjalanan dan tantangan yang sangat dahsyat bagi kaum wanita. Do`a-do`anya selalu menjadi tombak bagi generasi-generasi penerusnya.

Bersyukurlah kita kepada ALLAH. Sang pengenggam alam semesta, sang maha konseptor atas segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini. Kita masih diberi peluang untuk berbakti kepada ibu kita didunia.

Gunakanlah kesempatan kita selagi kita diberi ALLAH ruh dan nafas secara  gratis, agar menjadi anak shaleh-shalehah. Semoga kita terhindar jauh-jauh, dari sebilah pisau belati yang sangat tajam yaitu lidah, agar kita para generasi-generasi penerus perjuangan kehidupan keluarga kita, tidak melukai hati ibu dan ayah kita. Jika sudah terluka maka sulit untuk mengobatinya. Karena, masih tersisa bekas paku yang masih menancap dihati.

Allahumma Aamiin J J J Semangaaat... !!! ALLAHU AKBAR !!! =^_^= !!!

Uhibukifillah umi. I love Mother. 

#dinnisyafriyuni.blogspot.com

=^_^=…  ! ! !
~* دني شفريوني ♥

Selasa, 09 Desember 2014

Apa Boleh Aku Pacaran?

Oleh : Dinni Syafriyuni
Ujian silih berganti, disaat usia ku yang ke 22 tahun, yuph usia yang pantas untuk mengarungi samudra kehidupan berumah tangga, perasaan yang terus bergejolak untuk dicintai dan mencintai itu fitrah manusia. sampai terkadang iri melihat orang yang asyik berpacaran. sekali-kali sih perasaan itu muncul bergejolak bernari-nari dikepala. ALLAHU AKBAR... !!!

Sampai ada yang mengklaim diriku orang yang nggak gaul, kuno, nggak keren, asing dan seabrek ejekan sinis lainnya karena nggak mau pacaran. dan temen-temen ku pada nggak nyangka kalo aku jomblo, beliau bilang “nggak mungkin Dinni nggak pacaran??? What`s ??? Apa pacaran sebuah kewajiban di zaman metropolitan, Cyber  saat ini ? Apakah tidak nikmat kalau nikah tanpa pacaran?

Es jeruk kata ustadz Muhammad Fauzil Adhim, jauh lebih enak diminum daripada sekedar diceritakan, atau hanya disebut komposisi dan cara membuatnya !!! itulah rasa Nikmatnya Pacaran setelah Menikah.

Dan Kata Ustadz Salim A. Fillah (Dalam bukunya Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan hlm. 45)  Ketika pacaran, mereka sudah merasai semua bumbu yang seharusnya digunakan untuk menyedapkan kehidupan berumah tangga. Saling mencurahkan perasaan, berbagi, meredakan gelisah, memberi perhatian.., semua sudah. Pandangan kasih nan sayu, sentuhan mesra, kerapatan fisik, sandaran, singgungan dan tekanan kulit yang ternikmati, semuany sudah. Pergi kedua, bertualang bersama, bertamasya mesra, semuanya juga sudah.
               
Yuuuph, aku sangat bersyukur sekali kepada ALLAH SWT... ketika Hidayah itu menyapaku, Terimakasih ya ALLAH.  Insya ALLAH kita akan jaga dan ikat sekuat-kuatnya karena Hidayah itu ibarat hewan liar, yang jika kita tidak mengikatnya maka akan mudah lepas dan lari... ALLAHU AKBAR... !!! Alhamdulillah aku belum pernah mencicipi rasa pacaran itu seperti apa sih, Manis, Asam, Asin atau rame rasanya hheee?  Aku yakin itu semua hanya sementara tidak kekal. paling kalau pacaran dulu sebelum nikah, masa mendidihnya udah berlalu jadi ntar pas NIKAH eh nikmati masa dinginnya aja.... qiqiqiqi nggak seru kan.. ???

Aku merasa sedih dan miris hati melihat gaya pacaran remaja di zaman ini. Terang-terangan melakukan aktivitas pacaran di publik, meng-upload foto non muhrim di Sosmed, berpegangan tangan, khalwat, dan maaf*tidak malu melakukan hubungan badan, yang selayaknya dilakukan oleh pasangan suami isteri. Dimana sudah letak rasa MALU kita ? secara, merasa tidak bersalah sama sekali melakukan hal itu? ? ? ~_~”  Semoga ALLAH membuka hati para remaja saat ini untuk menghindari aktivitas pacaran, dan sadar bahwa kita ini hanya numpang doank di Bumi ALLAH. Jadi tidak heran, jika ALLAH sang maha konseptor MARAH kepada ummat-Nya yang asyik bermaksiat, dengan diguncangkan-Nya Bumi ini.

Dan bagi para Jomblowan Jomblowati, harap sabar ya, J dalam masa-masa penantian menjemput dan menemukan Jodohnya. ingat !!!  Tak Kan Lari Gunung Dikejar. Masalah Jodoh = Tawakal + Ikhtiar  aja. karena Jodoh, Maut dan Rezeki, itu hal yang ghaib. tidak ada satu orang pun yang tau kecuali ALLAH SWT. jangan sampai jatuh ke Syirik karena tidak legowo ingin tau siapa sih jodoh kita sebenarnya dan amit-amit dah, minta bantuan orang pintar untuk membaca masa depan dengan siapa kita berjodoh...

Tulisan ini saya buat tidak untuk mengurui, saya belum pantas sebagai penasehat. Sesungguhnya tulisan ini untuk introspeksi diri kita masing-masing.  Semoga ALLAH memberikan keteguhan dan keistiqomahan kepada kita semua untuk selalu berada dalam koridor Islam. Allahumma Aamiin. =^_^= ... !!!
#dinnisyafriyuni.blogspot.com


=^_^= …  ! ! !

~*  دني شفريوني ♥

Rabu, 22 Oktober 2014

TAUBATNYA SEORANG BANCI


~´¨`*•.¸✿ Oleh : Dinni Syafriyuni ✿¸.•*``~

Cerpen =^_^=

~* السلام عليكم ورحمت الله وبركا ته *~


Suatu hari, di sebuah desa terlihat seorang gadis berkerudung hijau tosca, mengenakan gamish senada lebih muda dengan warna kerudungnya, ditambah aksesoris gelang putih berlian di pergelangan tangannya. Sambil mengengam beberapa buku untuk referensi mengajar pengajian di suatu Masjid. Sebut aja namanya Keiysa, berusia 22 Tahun, ia gadis desa yang penyabar, ramah dan menjadi bunga didesanya. Saat ini sudah larut malam, suasana di jalan tersebut berubah sunyi. Gadis itu berjalan sendiri mengarungi perjalanan yang sangat hening dan tenang. 


        Tiba-tiba, dari kejauhan gadis itu mendengar suara orang berlari-lari kecil. “Huffhht, siapa ya, orang yang sedang berlari-lari itu?” gumamnya dalam hati.

          Suara samar-samar itu tidak menghalanginya untuk tetap melanjutkan langkah kakinya menuju tempat tinggalnya. Karena dia menyadari, bahwa tidak seharusnya seorang wanita berjalan sendiri malam-malam tanpa ditemani oleh muhrimnya.

          Setiap malam, ba`da shalat Isya dan sore ba`da shalat Ashar, beliau harus mengajar ngaji anak-anak di Masjid, mengantikan abangnya, yang menjadi seorang ustadz didesa tempat tinggalnya, sekarang terbaring sakit tanpa daya dirumahnya.

       Lorong-lorong rumahnya tampak seperti tidak biasanya, malam ini tampak terlihat sangat berbeda, biasanya masyarakat didesa tempat tinggalnya, setiap rumah menghidupkan lampu, jadi terlihat terang diperjalanan namun malam ini sungguh berbeda hanya beberapa rumah saja yang menyalakan lampu. Hufhhht !!! membuat bulu kuduk gadis itu naik. Merinding ketakutan.

           Lalu, suara misterius itu terdengar lagi, kali ini suaranya tampak sangat jelas terdengar ditelinganya. 

         “Tidak salah lagi, pasti suara orang yang sedang berlari-lari seperti terburu-buru ntah dikejar sesuatu atau sedang olah raga malam kali ya hhhee.” Ucapnya, sembari menghibur diri dan memecahkan ketakutannya. 

          Arrgggggkhhhh.... !!! Debraakkkkkk....Tiba-tiba, gadis itu terjatuh beserta buku-buku bahan ajar yang digengamnya. “Astaghfirullah ... !!!” Dia mengambil buku-buku yang terjatuh sambil matanya menghujam tajam kearah yang menabraknya. “Siapa sih yang menabrak saya?” Cetusnya penasaran.

           Haaahhh...?!! Gadis itu sangat kaget ketika yang dianggapnya misterius tadi ternyata seorang Banci. Dengan mengenakan rok mini berwarna abu-abu dilengkapi celana lejing merah, baju kaos berwarna kuning sangat ngepas ditubuhnya. ditambah dengan aksesoris berwarna-warni dengan dandanan yang berlebihan tampak terlihat sedikit kocak. Beliau seorang lelaki, berparas wanita yang memiliki sifat ceria, humoris, dan murah senyum.

          Dia menyapa dan berkata kepada sang gadis, “Wah, Maaf keleus, tadi tidak sengaja menabrak mbak, Aduh... Aduhh mbak ane tidak punya banyak waktu deh, mbak tolongin ane, please pake bingits.”

“Ouh... O_o Waduuuh... Lain kali hati-hati ya. Maaf, tapi saya nggak bisa tolong kamu, Saya terburu-buru nih. Mohon maaf ya sekali lagi. Saya permisi dulu ya... Assalamu`alaikum” 

“Duhh... Mbak... sekali ini aja mbak, ane minta tolong mbak, ane dikejar-kejar oleh preman kampung. Masak mbak kagak mau nolongin ane sih, sok amet deh”

“Hmmm. Ya udah kalau gitu, ikuti ane ya.” 

Akhirnya sang gadis mengamankan banci tadi kerumahnya untuk menghindari dari gangguan preman tadi. Setelah beberapa waktu suasana tampak aman dan tenang. 

Gadis itu membuka tirai rumahnya dengan perlahan dan sangat berhati-hati sambil mengintip preman, dibalik jendela.

“Siph, Alhamdulillah, Aman... !!!” Gumam gadis itu dalam hati.

“Premannya sudah pergi, jadi kamu aman sekarang, kamu boleh pulang malam ini, Tapi... Sssst !!! O_o sebelum dilihat abang saya. Saya mohon, kamu keluar lewat pintu belakang aja ya. Biar nggak ketahuan juga.” ucapnya perlahan.

“Oke mbak, Terimakasih yee mbak udah nolongin ane, Ane nggak bakal lupa deh dengan kebaikan ente.”

“Iya, sama-sama. Sesama mahluk ciptaan ALLAH SWT, kita harus saling tolong-menolong apabila saudara kita tertimpa kesusahan.”

       Keesok harinya, gadis itu seperti biasa mengajar ngaji di Masjid tempat abangnya biasa mengajar. Tiba-tiba, datang seorang banci yang semalam meminta tolong kepadanya, ikut nimbrung bersama anak-anak. 

     Segera anak-anak melirik ke arah si banci dan Anak-anak tampak merasa aneh melihat banci itu, termasuk sang gadis. Karena sesuatu yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya, tapi mereka menyambut sang banci itu dengan senyum ramah.

     Ada ketenangan batin tampak terlihat diwajah sang banci ketika mendengarkan anak-anak mengaji, “Mungkin ini yang dinamakan hidayah dari ALLAH SWT, Alhamdulillah, Hatinya sudah tergerak untuk berubah.” Gumam gadis itu dalam hati.

      Setelah selesai mengaji, anak-anak mambaca Do`a penutup majelis dan bersalam-salaman. Tetapi, tidak dengan banci itu, dia tampak terburu-buru meninggalkan Masjid. Mungkin merasa malu menyapa gadis itu.

      Setiap hari, tenyata di jadwal pengajian, banci itu selalu ikut serta dalam Majelis, ketika tiba giliran dia mengaji, dia tampak terbata-bata, mengucapkan Makhraj Huruf. Sekali-kali melirik kanan-kiri dengan perasaan was-was karena takut di ejek oleh anak-anak disekitarnya. 

     Karena semangatnya yang membara, mendalami ilmu Agama Islam, Sang banci tidak hanya belajar mengaji saja dengan gadis itu tetapi, juga belajar menjadi Muadzin bersama pengurus masjid dan sering diskusi masalah Islam bersama Haji Mahmuddin, imam besar dan ulama di desa itu.

        Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi. !!! Itulah tantangan yang harus dihadapi oleh banci itu, akhirnya tidak terasa malam menyapa, dia disarankan oleh pengurus masjid untuk tinggal di asrama yang terletak di samping masjid, sebagai pengurus masjid. 

   Akhirnya, tanpa menunggu lama-lama berfikir, dia reflek menunjukkan wajah gembira sembari menganggukkan kepalanya, menandakan setuju dengan usulan yang diberikan.

        Hari berganti hari, Bulan berganti bulan, sang banci perlahan-lahan meninggalkan pakaian bancinya. dan mengenakan baju koko dan pergi ke tukang pangkas untuk merapikan rambutnya layaknya seorang lelaki normal. 

       Dia terus memperhatikan dirinya di depan cermin, ketika mengenakan baju muslim dan kopiah. Tiba-tiba tanpa terasa, air matanya menetes satu persatu di wajahnya. Dia merasa sangat menyesal selama ini, menjadi seorang banci untuk memuaskan nafsu duniawinya. dan tidak pernah mendapatkan ketenangan seperti ini sebelumnya. Itulah yang dinamakan Hidayah dari ALLAH SWT.

       “Alhamdulillah, aku kini mantan banci. ingat keleus MANTAN banci. okeh” Gumamnya bijak, sambil bersyukur dan tersenyum lebar didepan cermin.

         Seiring berjalannya waktu, tak terasa sudah 3 bulan dia belajar mendalami Agama yang dianutnya.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ.

    Segala puji bagi ALLAH, Tuhan semesta Alam. Banci itu, udah hijrah menjadi lebih baik dan meninggalkan masa lalunya yang sangat curam. penyebab dia menjadi banci adalah karena dia mengalami masalah psikologi, ketika ditinggal pergi selamanya oleh kedua orang tuanya. sehingga, dia frustasi dan tidak ada pilihan lain selain menjadi seorang banci karena pergaulan dilingkungannya. 

     Dan kata Banci sekarang sudah bukan menjadi bagian dari dirinya yang sekarang. Hanya ada kata “Mantan Banci”. 

        “Sekarang, saya sekarang, saya tidak akan pernah menyesal sudah hijrah ke arah yang lebih baik. saya tidak takut apa-apa lagi selain hanya kepada ALLAH SWT. Tiada yang bisa kulakukan selain berserah diri kepada ALLAH.” 

        “Dan Insya ALLAH saya akan pegang dengan erat Hidayah ini, karena sewaktu-waktu jika kita tidak mengikatnya maka akan mudah lepas dan lari jauh dari kehidupan kita, Insya ALLAH. sembari menyemai Istighfar dalam penat hatinya dan bertakbir “ALLAHU AKBAR” !!! 3x ^^ gumamnya semangat.

=^_^= … ! ! !


~*♥ دني شفريوني ♥*~

Senin, 16 Juni 2014

JOSH (Jomblo Sampai Halal)

~´¨`*•.¸ Oleh : Dinni Syafriyuni  ¸.•*``~

                   
                ¸.•*```•.,,.•´ ´¨`*•.¸☼♥•.¸*• ☼.¸♥.`•.,,.• ´¸.•*```•.,,.•´:)´

Ternyata JOSH (Jomblo Sebelum Halal) itu banyak bangedh rintangannya mas brow dan mbak sist,,, ^^  ya Iya lah... Jalan menuju kebaikan itu Pasti ada Bisikan maupun gangguan Syaithan Laknatullah, Hmmm... Dari dulu hingga sekarang Alhamdulillah saya masih bertahan dalam Zona Aman. ✿”

Terimakasih ya ALLAH engkau telah memberi Hidayah kepada kami sehingga kami dapat bertahan status “jomblowati” hingga sekarang, tinggal menunggu masa itu ... ya, masa dimana menyatukan dua keluarga dalam ikatan suci pernikahan, masa dimana mengarungi bahtera rumah tangga. Tidak sulit lho mengarungi rumah tangga... Banyak Rintangan dan tantangan Ups tapi ingat kita nggak sendiri menjalaninya, tapi dengan imam kita yuph misua alias suami, =^_^=  ... !!!

Yang namanya kehidupan, pasti ada rasa seneng, sedih, indah, galau, bete, etc. Seiring berjalan nya waktu, ada ujian yang cukup sulit menghadapinya, kudu extra hati-hati nih. Yuph... Di KHITBAH` DI LAMAR brow... Tapi tau nggak sih?  O_o Cukup Aneh Bin Ajaib kejadian ini, kayak misterius gitu, Orang yang mau mengkhitbah tapi nggak nyebutin siapa namanya alias nggak memberi tau siapa sebenernya beliau? Aneh bukan? sedangkan proses Ta`aruf aja Biodata sang Peng-Khitbah memberi Biografi dirinya...

Hmmm cukup heran sich, jadi mau tau ceritanya? YuUuk Cekidot !!!...Yuhuuuuy J

 “Melalui perantaraan temen nih prosesnya, jadi gini temen saya ini menjabat sebagai Ketua di sebuah Organisasi Mahasiswa Intern Kampus tempat saya kuliah sebut aja namanya “Thufail”  *nama samaran”, beliau nanyanya ke Temen yang satu jurusan ma saya sebut aja namanya “Sherly” *nama samaran, nah jadi Thufail nanya ke sherly :

“Sherly, mau tanya nih. Boleh nggak” ? (*sapa Thufail)

“Oke, Boleh lah, mau tanya apa fail,? kayak serius amet. Amet aja nggak serius hheee” (*canda Sherly).

“Ehm, hheee, si Asy-Syifa (nama pena)  tu udah siap lum Nikah? Ada yang mau lamar soalnya ly !!!”  (*tanya Thufail serius).

 “Haaah... Ehm kurang tau juga sih, tapi pernah Syifa tu cerita-cerita kan, kalau dia belum siap nikah, tapi ntar ku tanya lagi dengan beliau ya.?!”

“Oke deh, ku tunggu ya jawabannya. Makasih banyak sebelumnya udah mau bantu ly” (*gumam Thufail).

“Siiph, iya sesama saudara kan harus saling tolong menolong..!!!”

Keesokan harinya, Cuaca nampak sangat bersahabat dengan alam, Angin sepoi-sepoi, perlahan meniup daun-daun di bilik setiap ruangan dikampusku, Rasa damai nan asri ia rasakan dalam hati, karena memandang panorama alam yang indah. dihiasi dengan banyak tumbuhan dan pepohonan. membuat mata segar nan sejuk. Tiba-tiba.  “Doooooooooooooorrrrrr”... !!! *Syifa dikejutkan dengan suara tepukan dipundaknya dan membuat jantung yang letaknya dl rongga dada sebelah atas hampir copot dari tubuh, yang menjadi pusat peredaran darah, Seolah-olah seperti kesetrum listrik... Hufffhtt ternyata sahabatnya, “Sherly” wajah oval putih, Suaranya tegas kadang-kadang lembut persis seperti suara giselle penyanyi.


“Ternyata kamu sher,?! huffht kirain siapa” J  (*papar Syifa sambil tersenyum)

“Qiqiqi Syifaaa, maaf ya kagetin hhheee ... Tapi, detak jantungnya udah normal kan? hhheeuheu Ohya, jadi gini nih fa, ada hal penting yang harus ku sampaikan kepadamu sahabatku”?

“Alhamdulillah, udah standar nih jantung hhhee (*jawab syifa sambil sedikit gondok karena syifa phobia dikaget-kagetin.)”
“Wah, kalau boleh tau sesuatu apa itu sherl,” ? (*ekspresi penasaran dan sambil  melupakan kesalahan sahabatnya.)

“Kasih tau nggak ya,? hhhee jadi gini fa, si Thufail nanya tuh ma aku kemaren, katanya, Syifa dah ada lum rencana Nikah,? So, ada temen Thufail yang ingin mengkhitbah dirimu”?!!

“Hhhheee, kok bisa dia nanya ke kamu sherl, ? hhhee Syifa ingin fokus ke-> Kuliah dulu ah sherl, ohya kalo boleh tau memangnya orangnya siapa sher?”

“Bisa aja dunk, Yuph asyik, MaknyuUus !!! Cucok berarti jawaban yang aku lontarkan ke Thufail hhheee, Wah si Thufail nggak ngasih tau tuh orangnya fa, atau biar jelas Syifa langsung hubungi Thufail aja ya,, !??” gimana ?“ (*papar Sherly)

“Oh gitu, Oke deh, makasih banyak ya ly atas infonya, ntar coba ku hubungi si Thufail”, (*diiringi rasa penasaran.com)

 “Tiba-tiba kring kring ... !!! Nada SMS Handphone Nokia Xpress Music Asy-Syifa berdering, 1  SMS dari Thufail, diraih dan mencoba melirik isi pesannya “Assalamu`alaikum To The Point aja ya Syifa, sebelumnya saya mau bertanya, apa udah ada disampaikan Sherly mengenai orang yang mau meng-khitbah dirimu” ?

“Wa`alaikummussalam, iya, udah ada disampaikan sherly mengenai hal itu, tapi mohon maaf, kalau boleh saya tau siapa ya namanya?”

 “Maaf fa, ini Amanah darinya, untuk nggak nyebutin siapa Namanya.” (*jawab Thufail mempertahankan Amanahnya).

“Lho Kok? Mau mengkhitbah seseorang tapi nggak beri identitasnya siapa...? (Hmmm heran.com)...

“Mohon Maaf sekali lagi ya fa, saya nggak bisa bilang siapa sebenernya orangnya, karena saya udah janji ma dia nggak bisa bilang ke Syifa, katanya entar kalau Syifa udah siap Nikah, dia kan segera jemput kamu” !!!

”Hmmm.. O_o” Ya sudah kalo gitu, saya hargai itu, Mohon maaf juga untuk saat ini saya belum ada rencana Nikah, pingin Fokus dulu kuliah.. “ (*jawab Syifa tegas).

“Oke fa, terima kasih, ntar ku sampaikan ke dia lagi. Assalamu`alaikum”.

“Wa`alaikummussalam...” (mengakhiri pembicaraan).

~*Saya heran Fenomena saat ini, seneng bangedh yang namanya LELAKI beri PHP-an gitu ke WANITA, nggak tau apa ya, atau kura-kura diperahu ? yang namanya Wanita itu kan identik dengan Perasaaan, itu titik kelemahannya tapi kenapa sih setiap lelaki tak mau mengerti. Emang sih Lelaki identik dengan menggunakan Logikanya, tidak peka terhadap perasaan... Tidak tahu bahwa terkadang ada kalimat-kalimat atau kata-kata yang menyinggung wanita. Hmmm enak bangedh ya mereka?... Ups... kok mengeluh gini,,, ???  Jangan donk,,, karena ALLAH memang punya rencana baik kepada setiap Mahluk Ciptaan-Nya ada kelebihan dan kekurangan ckckck, kelak wanita akan menjadi ibu, tentulah ia diberi perasaan tanpa logika, karena disitulah Letak keistimewaanya.

Dan ada lagi nih cerita, Cemoen guys... >>>Abang kelas sih bisa dibilang, satu Jurusan, nggak nyangka bangedh, beliau mau mengkhitbah, kayak petir menyambar tiba-tiba ucapan itu keluar, padahal nggak ada angin nggak ada hujan eh.. Kata-kata itu terucap dari pesan singkat yang beliau kirim... Beliau adalah seorang yang mengabdi hidupnya di sebuah Pesantren, ngajak pacaran pula, dan udah di jelaskan sih, pengetahuan tentang pacaran itu sendiri, tapi akhirnya beliau minta Nikah, dan lagi-lagi saya belum ada rencana untuk Nikah, beliau katakan lagi entar kita sama-sama deh jalani kuliah, *seabrek kata-kata paksaan lain. Hmmm.. grgrrgrhhh ~~”

Kata Ustadz Salim A. Fillah “Kalau anda Menikah dan pernah Pacaran, anda akan membandingkan pacaran dengan pernikahan. Dan pasti pacaran lebih indah, karena pacaran memang hanya mencari rasa yang indah. Lalu, jadilah kenangan pacaran sebagai penyesalan dalam hidup rumah tangga. Atau, kalau anda membandingkan isteri atau suami anda dengan pacar anda, pasti pacar anda dahulu lebih sempurna. Ya, karena selama pacaran, hanya sifat baiknya saja yang ditujukan kepada anda.

Berbeda dengan kenangan masa Pacaran, kenangan hari-hari pertama pernikahan memberikan energi yang sangat kuat dalam jalinan ikatan sucim suami-isteri. Karena ia juga mengajarkan Qana`ah, Ridha, dan Ikhtiyar untuk saling memberi yang terbaik tanpa membanding-bandingkan dengan hubunganapapun yang hina, rendah dan penuh buai nafsu. Allahu Akbar !!!

Alhamdulillahirrabil `Aalamiin. saya sangat bersyukur kepada ALLAH SWT karena selama ini perasaan itu bisa dimanage se-manage, disusun baik-baik, serapi, setertib mungkin  *kayak Paskibraka aja yak qiqiqi.. Dan dibungkus, diikat kuat-kuat dan digembok rapat- rapat untuk kekasih Halal kelak, untuk memberikan CINTA yang ALLAH titipkan kepada setiap hamba-Nya. Tapi inget... CINTA ALLAH Number one, The One, Wahid !!! seperti lyrick Nasyidnya The Fikr-Cinta :


♥ ♥ ♥  Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada
ALLAH dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Cinta adalah karunia-Nya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara

Cinta pada
ALLAH cinta yang hakiki
Cinta pada
ALLAH cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Berlindunglah pada
ALLAH dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling darinya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Utamakanlah cintapadanya
terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia

Cinta pada
ALLAH cinta yang hakiki
Cinta pada
ALLAH cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi.
♥ ♥ ♥


 Mungkin, karena Cinta dalam Pacaran hanya keindahan belaka, NAFSU yang dikedepankan.. Dan Cinta itu tumbuh karena terbiasa saling berhubungan, saling memberi perhatian dan saling interaksi yang intens. Semoga ALLAH membantu kita menjaga Hidayah yang ALLAH berikan. Aamiin ya Rabb.

Lagi pula kalo kita pacaran duluan ntar masa mendidih nya udah terlewatkan lho, ntar rasa Nikmat masa Pernikahan nggak Nikmat lagi ya kan? 

Tak kan lari Gunung dikejar, Masalah Jodoh mah Tawakal + Ikhtiar aja kaleee, hmmm untuk masalah yang sensitiv ini ntah kenapa saya nggak terlalu memikirkannya... Tapi, jangan cuek bebek dengan masalah Pernikahan alias Walimatul Ursy... Tetep dunk ilmunya harus kita pelajari sedini mungkin ya nggak? Persiapan Pra-Nikah itu penting qiqiqi...

“Mohon Kritik dan Saran dari Tulisan ini ya Sahabat semua? Syukran Jazakallahum Khairan Katsiran, Terimakasih, Arigato Gozaimasu, Thanks Very Much. Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

                ¸.•*```•.,,.•´ ´¨`*•.¸☼♥•.¸*• ☼.¸♥.`•.,,.• ´¸.•*```•.,,.•´:)´

#dinnisyafriyuni.blogspot.com

@Din_Syafriyuni
      =^_^= …  ! ! !

  دني شفريوني

JADWAL SHALAT

Translate